Media Info Silampari

Bukan Marah-Marah, Begini Cara Unik Bupati Devi Suhartoni Kritik Kelangkaan Gas dan Masalah BPJS (“Bulu Idung Itam, Skincare Rusak Niup Kayu Bakar”)

Super Admin •
Bukan Marah-Marah, Begini Cara Unik Bupati Devi Suhartoni Kritik Kelangkaan Gas dan Masalah BPJS (“Bulu Idung Itam, Skincare Rusak Niup Kayu Bakar”)

INFO SILAMPARI| MURATARA – Di tengah hiruk-pikuk keluhan masyarakat Sumatera Selatan mengenai kelangkaan gas 3kg dan non-aktifnya layanan BPJS, Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), Devi Suhartoni, punya cara unik untuk menyuarakan isi hati rakyatnya. Bukan lewat pidato kaku, sang Bupati justru mengunggah status “Politik Riang Gembira” yang viral karena memotret realita sosial dengan balutan humor segar.

 

​Kebijakan pemotongan kuota dari ESDM yang berdampak hingga ke desa-desa memang sedang membuat para ibu rumah tangga pusing tujuh keliling. Namun, Devi Suhartoni justru menangkap sisi jenaka dari kesulitan tersebut melalui klasifikasi “curhatan” antar generasi di lapangan.

 

​Beda Generasi, Beda Sambat

 

​Dalam unggahannya, Devi memotret bagaimana isu kebijakan pemerintah berdampak berbeda bagi tiap kalangan:

 

 

​Gen Z & BPJS: Bagi anak muda, urusan administrasi BPJS ternyata sama sulitnya dengan urusan asmara. “Nak dapat data bae saroh (susah), apo lagi dapat kamu!” tulisnya, yang langsung memicu tawa netizen.

 

​Emak-Emak & Krisis Gas: Ini yang paling ikonik. Akibat gas 3kg langka, para ibu terpaksa kembali ke cara tradisional. Efek sampingnya? “Bulu idung itam galok belangas gara-gara niup puntung di tanah dapoh,” keluh mereka. Hasilnya? Skincare mahal pun luntur tertutup jelaga api.

 

​Petuah Wak Tuo: Di tengah isu ekonomi, para orang tua tetap tangguh. Jika baju baru lebaran tak terbeli, mereka masih punya stok baju partai yang legendaris. “Amon lebaran katek baju barau, masih ade baju PDI Perjuangan. Tetap merdeka!”

 

 

 

​Politik Riang Gembira

 

​Gaya komunikasi “Ketuo Terkece” ini dinilai sebagai cara yang cerdas untuk meredam tensi di masyarakat. Sembari menyentil kebijakan pusat dan daerah yang sedang tumpang tindih, Devi Suhartoni mengajak warga Muratara untuk tetap bersahabat dan menghadapi kesulitan dengan senyuman.

 

​Meski dibalut komedi, pesan tersiratnya jelas: Rakyat sedang kesulitan gas dan jaminan kesehatan. Lewat humor, aspirasi ini justru terasa lebih tajam dan sampai ke telinga publik tanpa harus memicu kegaduhan.

Berita Terkait

114