PB SEMMI : Karhutla Berdampak Pada UMKM, Pemerintah Harus Siapkan langkah Pemulihan Ekonomi
Jumat, 23/10/26
JAKARTA — Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) menyoroti dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bencana ini tidak hanya mengancam lingkungan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi menghambat aktivitas perdagangan, distribusi barang, serta menurunkan pendapatan pelaku usaha kecil.
Arifatullah Manik, Wasekjend PB SEMMI Bidang UMKM, menegaskan bahwa dampak karhutla harus dilihat secara menyeluruh, termasuk dari perspektif ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup pada usaha kecil.
“Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan ekonomi rakyat. Ketika aktivitas masyarakat terganggu akibat asap, pedagang kecil, pelaku kuliner, petani, dan UMKM lainnya berpotensi kehilangan omzet. Mereka membutuhkan perhatian dan langkah konkret agar tetap mampu bertahan di tengah situasi sulit,” ujar Arifatullah.
Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah perlu memperkuat pencegahan karhutla sekaligus menyiapkan langkah mitigasi ekonomi bagi UMKM yang terdampak. Langkah tersebut dapat dilakukan melalui pendataan kerugian, fasilitasi akses pembiayaan, bantuan pemulihan usaha, serta pendampingan pemasaran agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan.
Arifatullah juga menekankan pentingnya tanggung jawab dunia usaha dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pengawasan terhadap kegiatan usaha yang berisiko memicu kebakaran harus diperkuat, sementara setiap dugaan pelanggaran wajib ditindaklanjuti secara profesional sesuai hukum yang berlaku.
“Jangan sampai pelaku UMKM menjadi korban berlapis akibat bencana. Mereka menghadapi penurunan pendapatan, sementara kebutuhan operasional dan rumah tangga tetap berjalan. Karena itu, pemulihan ekonomi masyarakat harus menjadi bagian dari strategi penanganan karhutla, bukan hanya berfokus pada pemadaman api,” tegasnya.
PB SEMMI mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi kepemudaan, dan komunitas UMKM untuk memperkuat edukasi pencegahan karhutla serta membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan.
“Pertumbuhan ekonomi tidak boleh dipisahkan dari perlindungan lingkungan. Hutan harus dijaga, masyarakat harus dilindungi, dan UMKM harus mendapat ruang untuk bertahan serta berkembang. Inilah pentingnya kebijakan yang mengintegrasikan penanganan bencana dengan keberpihakan terhadap ekonomi rakyat,” tutup Arifatullah Manik.
Arifatullah Manik
Wasekjend PB SEMMI Bidang UMKM