Buntut Video MBG Berjamur, Ketua DPC PPP Muratara Diundang Polres : “Saya Siap Hadir!”
MURATARA – Polemik mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) memasuki babak baru. Muhammad Hadi, Mantan Anggota DPRD Muratara sekaligus Ketua DPC PPP Muratara, akhirnya angkat bicara setelah videonya yang menunjukkan menu makanan berjamur viral di media sosial.
Berawal dari Bekal yang Tak Tersentuh
Kejadian ini bermula pada Rabu (11/02). Hadi menceritakan bahwa anaknya, AN, yang masih duduk di kelas 1 SD, pulang sekolah namun menolak makan saat diajak. Setelah diperiksa, ternyata sang anak membawa pulang jatah MBG dari sekolah.
Alangkah terkejutnya Hadi saat melihat kondisi makanan tersebut. Dalam rekaman video yang ia unggah, terlihat jelas menu tersebut sudah berjamur. Saat dikonfirmasi ke pihak sekolah, jawaban yang diterima justru memicu kekecewaannya.
”Tanggapan sekolah katanya itu menu hari Sabtu yang ketinggalan di laci. Seharusnya kalau ketinggalan, kenapa tidak dibuang? Mengapa tidak ada pengawasan sampai bisa dibawa pulang oleh anak-anak?” tegas Hadi.
Undangan Polisi dan Rencana Lapor Balik
Buntut dari viralnya video tersebut, Muhammad Hadi mengaku telah menerima surat dari Polres Muratara. Namun, ia mengklarifikasi bahwa statusnya saat ini bukanlah sebagai terlapor atas sebuah kasus pidana.
Status Hukum: Hadi menerima surat undangan klarifikasi, bukan surat panggilan polisi.
Jadwal: Ia menyatakan siap hadir di Polres Muratara pada Jumat (13/02) pukul 10.00 WIB.
Respon Santai: Menanggapi isu bahwa dirinya dilaporkan oleh pihak SPPG Sungai Jauh, Hadi justru menanggapi dengan nada sindiran. “Alhamdulillah, artinya saya dianggap karena sampai dilaporkan,” ujarnya.
Tak tinggal diam, Hadi menegaskan keberaniannya untuk menuntut balik. Ia merasa apa yang dilakukannya adalah bentuk fungsi pengawasan terhadap kualitas gizi anak-anak di sekolah. Jika langkah hukum diambil oleh pihak SPPG, ia pun bersiap melayangkan laporan balik.