Media Info Silampari

Geger! Tukang Service Elektronik di Lubuklinggau, Ditemukan tak Bernyawa di Kontrakan

Super Admin •
Geger! Tukang Service Elektronik di Lubuklinggau, Ditemukan tak Bernyawa di Kontrakan

INFO SILAMPARI | LUBUKLINGGAU – Suasana duka menyelimuti Jalan Junaidi, Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuk Linggau Timur I, pada Minggu (8/2/2026) sore. Warga setempat digegerkan dengan ditemukannya seorang pria lanjut usia dalam kondisi tak bernyawa di dalam rumah kontrakannya sekitar pukul 17.00 WIB.

 

Korban diketahui bernama Paulus Ingkriwang (61), seorang tukang servis elektronik yang sehari-hari dikenal ramah dan hidup sederhana. Selama ini Paulus tinggal seorang diri di rumah kontrakan tersebut.

 

Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh anaknya yang datang berkunjung untuk menjenguk sang ayah. Saat tiba di lokasi, anak korban curiga karena pintu rumah dalam keadaan tertutup dan tidak ada respons ketika dipanggil. Setelah masuk ke dalam rumah, ia mendapati ayahnya sudah terbaring kaku.

 

Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada Ketua RT setempat dan diteruskan ke pihak kepolisian. Tak lama kemudian, aparat dari Polsek Lubuk Linggau Timur bersama tim identifikasi Polres Lubuk Linggau tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

 

Berdasarkan hasil pengecekan petugas, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun kejanggalan yang mengarah pada tindak pidana. Kondisi rumah juga terlihat wajar tanpa bekas perusakan.

 

Polsek Lubuk Linggau Timur melalui petugas di lapangan menyampaikan bahwa dugaan sementara korban meninggal dunia akibat sakit yang telah lama dideritanya.

 

“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan luka atau tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal dunia karena faktor kesehatan,” ujar salah satu petugas kepolisian di lokasi.

 

Ketua RT 01 Kelurahan Watervang, Aan, membenarkan bahwa Paulus memang dikenal warga sebagai sosok yang pendiam dan jarang beraktivitas keluar rumah. Menurutnya, korban telah lama mengidap penyakit menahun.

 

“Almarhum memang tinggal sendirian di sini. Setahu kami, beliau sudah cukup lama sakit-sakitan. Informasi dari pihak keluarga juga begitu,” kata Aan saat ditemui di sekitar lokasi kejadian.

 

Setelah dilakukan musyawarah dengan pihak keluarga, diputuskan bahwa jenazah tidak akan dilakukan autopsi. Keluarga korban secara resmi menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi karena telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

 

Jenazah Paulus kemudian langsung dibawa oleh pihak keluarga menuju rumah duka di Kelurahan Kayu Ara untuk disemayamkan dan dimakamkan sesuai dengan adat serta kepercayaan keluarga.

 

Peristiwa ini sempat menyita perhatian warga sekitar. Banyak tetangga yang mengaku terkejut karena selama ini korban dikenal sebagai pribadi yang baik dan tidak pernah memiliki masalah dengan lingkungan.

 

“Kami merasa kehilangan. Beliau orangnya baik, sering membantu kalau ada warga yang butuh servis elektronik,” ungkap salah seorang tetangga.

 

Dengan selesainya proses evakuasi dan penanganan oleh pihak berwenang, situasi di sekitar lokasi kejadian kembali kondusif. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kepedulian terhadap tetangga sekitar, terutama mereka yang hidup seorang diri dan memiliki riwayat penyakit, agar kejadian serupa dapat lebih cepat terdeteksi.

Berita Terkait

158