Ketua DPRD Musi Rawas Bergerak Cepat, Perjuangan Firdaus Ceolah Berbuah Respons Nyata dari Pusat
INFO SILAMPARI | MUSI RAWAS – Di tengah derasnya keluhan masyarakat terhadap kondisi jalan yang rusak parah di sejumlah titik, secercah harapan akhirnya datang. Bukan sekadar janji atau wacana, melainkan jawaban resmi dan langkah konkret dari pemerintah pusat.
Ketua DPRD Kabupaten Musi Rawas, Firdaus Ceolah, SE., M.Ikom, menunjukkan bahwa aspirasi rakyat tidak berhenti di meja rapat. Melalui surat resmi bernomor 170/258/DPRD/2026 yang dilayangkan kepada kementerian terkait, ia menyuarakan secara langsung keresahan masyarakat Musi Rawas.
Hanya berselang beberapa hari, jawaban resmi dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Selatan diterima. Respons cepat ini menjadi bukti bahwa komunikasi kelembagaan yang efektif dapat menghadirkan solusi nyata.
Kerusakan jalan bukan hanya persoalan aspal yang berlubang. Ia menyangkut keselamatan pengguna jalan, kelancaran distribusi ekonomi, serta wajah pembangunan daerah. Menyadari urgensi itu, Firdaus Ceolah bergerak cepat dan sistematis.
Berdasarkan jawaban resmi BBPJN Sumsel, sejumlah langkah strategis telah dan sedang dijalankan adalah sebagai berikut :
1. Rekonstruksi 25,78 KM Jalan Nasional melalui skema kontrak tahun jamak (MYC).
2. Program “Lebaran Tanpa Lubang”, dengan komitmen penutupan lubang kritis H-10 Idul Fitri demi keamanan arus mudik.
3. Penertiban Truk Overload melalui teknologi sensor beban (WIM) guna menjaga ketahanan jalan.
4. Penanganan Titik Rawan Longsor dengan alokasi khusus demi kelancaran lalu lintas.
5. Perencanaan Jangka Menengah 2027–2029, termasuk prioritas perbaikan ruas Mangunjaya – Batas Ulu.
Langkah-langkah ini menandakan bahwa perjuangan yang dilakukan bukan sekadar administratif, melainkan telah memasuki tahap implementasi nyata di lapangan.
Dalam keterangannya, Firdaus Ceolah menyampaikan rasa syukur atas respons cepat yang diberikan pemerintah pusat.
“Alhamdulillah perjuangan kita untuk infrastruktur yang lebih baik di Kabupaten Musi Rawas menunjukkan hasil nyata, walaupun belum tentu sesuai semua yang kita harapkan mulus seluruhnya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan berhenti pada tahap jawaban surat semata.
“Saya selaku Ketua DPRD akan memastikan setiap poin dalam surat ini terealisasi dengan kualitas yang standar. Pembangunan ini adalah milik kita bersama, mari kita jaga dan awasi bersama.”
Firdaus juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Musi Rawas yang telah bersabar dan terus memberikan dukungan.
“Terima kasih atas doa dan kesabaran seluruh masyarakat Musi Rawas. Kita kawal terus sampai tuntas.”
Yang patut diapresiasi, langkah ini menunjukkan fungsi pengawasan DPRD berjalan optimal. Firdaus Ceolah tidak menunggu persoalan mereda dengan sendirinya. Ia memilih bersikap proaktif, menggunakan jalur resmi dan konstitusional untuk memperjuangkan kebutuhan daerah.
Dalam keterangannya, ia menegaskan akan terus mengawal realisasi seluruh poin hingga kualitas pekerjaan sesuai standar. Baginya, pembangunan bukan sekadar proyek, tetapi amanah rakyat yang harus dipertanggungjawabkan
Masyarakat menilai, respons cepat dari pusat ini tidak lepas dari keseriusan dan komunikasi intens yang dibangun Ketua DPRD Musi Rawas. Di tengah dinamika pemerintahan dan keterbatasan anggaran, keberhasilan menghadirkan perhatian konkret dari pemerintah pusat merupakan capaian strategis yang layak diapresiasi.
Hari ini, masyarakat Musi Rawas tidak hanya mendengar janji. Mereka melihat alat berat bekerja, komitmen tertulis ditegaskan, dan rencana jangka panjang disusun.
Perjuangan belum selesai. Namun satu hal menjadi jelas, ketika aspirasi rakyat diperjuangkan dengan kesungguhan, hasilnya pun mulai nyata.
Musi Rawas sedang bergerak maju — dan langkah itu kini terasa lebih mantap.