Media Info Silampari

Mahasiswa Kepung DPRD Lubuklinggau : Soroti Kelangkaan LPG Hingga Kota yang Mulai Bau Sampah

Ea Africo •
Mahasiswa Kepung DPRD Lubuklinggau : Soroti Kelangkaan LPG Hingga Kota yang Mulai Bau Sampah

featured_17_20260316224503_78296727aa.jpg

 

Senin,16/03/26

​INFO SILAMPARI | LUBUKLINGGAU – Suasana di depan Gedung DPRD Kota Lubuklinggau mendadak riuh pada Senin (16/3/2026). Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lubuklinggau melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran, membawa rapor merah atas kinerja para wakil rakyat yang dinilai "melempem" dalam mengawal isu kerakyatan.

​Ada tiga isu krusial yang menjadi pemantik kemarahan mahasiswa: Gas LPG 3 kg yang langka, harga yang mencekik, serta tumpukan sampah yang mulai merusak estetika kota.

Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti distribusi gas melon yang kini sulit didapat. Ironisnya, di tengah kelangkaan tersebut, harga LPG 3 kg di lapangan justru tidak seragam. Di beberapa kecamatan, harganya melonjak jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

​"Masyarakat kecil sudah susah, jangan lagi dibebani dengan harga gas yang dipermainkan. Kami melihat ada ketimpangan distribusi yang nyata di tiap kecamatan," ujar Rio Apandi, Koordinator Lapangan aksi tersebut.

​Tak hanya soal dapur, PMII juga membawa isu lingkungan. Mereka mengkritik keras tumpukan sampah di jalur-jalur utama kota yang tak kunjung teratasi secara optimal. Mahasiswa menilai pemerintah daerah gagal menata sistem pembuangan sampah yang sehat bagi warga.

​Selain itu, massa mendesak penertiban Tempat Hiburan Malam (THM) yang diduga kuat melanggar Perda dan meresahkan ketertiban umum.

Ketua Umum PC PMII Lubuklinggau, Muhammad Arka, menegaskan bahwa aksi ini hanyalah permulaan. Ia memberikan peringatan keras kepada DPRD agar segera memanggil dinas terkait untuk memberikan pertanggungjawaban.

​Tuntutan Utama: DPRD harus segera menjalankan fungsi pengawasan secara nyata, bukan sekadar administratif.

​Deadline: Jika tidak ada perubahan signifikan, massa mengancam akan kembali "menyerbu" gedung dewan setelah Hari Raya Idulfitri.

​"Ini adalah bentuk agent of control. Kami pastikan akan turun kembali dengan massa yang lebih besar jika aspirasi ini hanya dianggap angin lalu," tegas Arka.

#Infosilampari 
#lubuklinggau

Berita Terkait

188