Puting Beliung Terjang Lubuklinggau, Satu Rumah Warga Hancur Total, Pemkot Langsung Turun Tangan
Sabtu, 26/02/26
INFOSILAMPARI | LUBUKLINGGAU – Suasana dini hari di Kelurahan Puncak Kemuning yang seharusnya tenang mendadak berubah mencekam. Pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, amukan angin puting beliung menghancurkan rumah milik Asep (40), warga RT 04, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.
Hanya dalam hitungan menit, hunian yang menjadi tempat berlindung Asep dan anaknya luluh lantak. Dentuman keras atap yang terlepas dan deru angin kencang memaksa keduanya lari keluar rumah demi menyelamatkan nyawa.
Detik-Detik Menegangkan
Asep menceritakan betapa cepatnya bencana itu terjadi. Angin datang dalam dua gelombang. Gelombang pertama langsung merusak bagian atap, membuat Asep dan anaknya panik.
"Begitu angin pertama datang, atap langsung rusak. Kami langsung lari keluar," kenang Asep dengan nada yang masih bergetar karena syok.
Nahas, saat mereka baru saja menginjakkan kaki di luar, gelombang angin kedua yang jauh lebih dahsyat datang menerjang. Bangunan rumah kayu tersebut tak kuasa menahan beban angin hingga akhirnya roboh rata dengan tanah. Kini, bangunan yang tersisa hanyalah bagian kamar mandi, itu pun dalam kondisi hancur separuh.
Kehadiran Pemerintah dan Harapan Baru
Mendengar kabar musibah tersebut, Wali Kota Lubuklinggau, Rachmat Hidayat, langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi warganya. Di tengah puing-puing bangunan, ia menyampaikan rasa prihatin yang mendalam dan membawa kabar baik bagi keluarga Asep.
"Kami sudah melihat langsung kondisi korban. Pemerintah Kota berkomitmen untuk membangun kembali rumah Pak Asep agar beliau dan anaknya bisa segera memiliki tempat tinggal yang layak lagi," tegas Rachmat Hidayat.
Sebagai langkah darurat, Pemkot Lubuklinggau telah menyalurkan bantuan sembako untuk kebutuhan harian selama masa pemulihan. Proses pembangunan kembali akan segera dimulai sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap keselamatan dan kesejahteraan warga.
Waspada Cuaca Ekstrem
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Musibah ini menjadi pengingat bagi seluruh warga Lubuklinggau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang kerap terjadi secara tiba-tiba di awal tahun ini.