Media Info Silampari

Aksi Pencurian Berkedok Pembeli, Uang puluhan Juta Milik Pedagang Cabai Raib di Pasar Satelit

Super Admin •
Aksi Pencurian Berkedok Pembeli, Uang puluhan Juta Milik Pedagang Cabai Raib di Pasar Satelit

INFO SILAMPARI | LUBUKLINGGAU – Aksi pencurian dengan modus pura-pura membeli kembali terjadi di Kota Lubuklinggau. Kali ini, korban adalah Wandri, seorang pedagang cabai di Pasar Satelit, yang harus menelan kerugian besar setelah uang puluhan juta rupiah raib digondol pelaku.

 

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 26 Januari 2026, sekitar pukul 08.50 WIB. Berdasarkan keterangan korban kepada wartawan, pelaku melancarkan aksinya dengan cara berpura-pura menjadi pembeli dalam jumlah besar, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan sedikit pun dari pihak pedagang.

 

“Saya sama sekali tidak curiga, karena dia datang seperti pembeli biasa dan memang mau belanja untuk dijual lagi,” ujar Wandri saat diwawancarai Wartawan

 

Menurut pengakuan korban, pelaku awalnya menyampaikan niat untuk membeli tomat sebanyak 3 kotak, cabai merah 60 kilogram, serta cabai rawit 42 kilogram. Proses tawar-menawar harga berlangsung cukup lama dan terlihat wajar, layaknya transaksi jual beli di pasar pada umumnya.

 

Namun di balik negosiasi tersebut, pelaku diduga telah memantau situasi dan mengetahui lokasi penyimpanan uang. Saat proses tawar-menawar berlangsung, pelaku masuk ke area tempat penyimpanan uang milik pedagang. Setelah harga disepakati dan nota pembelian dibuat, pelaku kemudian berpamitan dengan alasan hendak menarik uang di ATM.

 

“Dia bilang mau ke ATM dulu, karena uangnya belum ada,” tutur Wandri menirukan ucapan pelaku.

 

Dari hasil pantauan rekaman CCTV di lokasi, pelaku terlihat mengenakan helm dan masker, sehingga sulit dikenali. Korban juga mengaku tidak pernah mengenal maupun melihat pelaku sebelumnya. Secara fisik, pelaku diperkirakan berusia sekitar 30 tahunan.

 

Saat kejadian, transaksi dilayani oleh ayah korban, sementara kondisi pasar sedang ramai pembeli. Uang tunai sebesar Rp35 juta, yang disimpan di dalam tas—berada di bawah tikar dan bantal—ikut raib dibawa pelaku bersama tas penyimpanan tersebut.

 

Korban baru menyadari telah menjadi sasaran pencurian setelah pelaku pergi. Kejadian terungkap saat ayah korban hendak mengambil rokok di dalam tas usai makan, namun tas tersebut sudah tidak berada di tempat.

 

“Ketahuannya setelah bapak saya mau ambil rokok, tasnya sudah tidak ada,” jelas Wandri.

 

Atas kejadian tersebut, Wandri berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku. Ia juga mengimbau para pedagang, khususnya di pasar tradisional, agar lebih waspada terhadap modus pencurian yang memanfaatkan kelengahan saat transaksi.

 

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kejahatan tidak selalu datang dengan cara kasar, tetapi kerap menyamar dalam aktivitas sehari-hari yang tampak normal. Aparat kepolisian diharapkan dapat meningkatkan patroli dan pengawasan di kawasan pasar demi memberikan rasa aman bagi para pedagang dan masyarakat.

Berita Terkait

159