Integritas Wastra Menguji Keaslian Batik : Isu krusial menyoal produk yang diklaim sebagai Batik kembali memanas di Lubuklinggau
Lubuklinggau, Info Silampari – Integritas Wastra Menguji Keaslian Batik.
Wastra Indonesia, Warisan Budaya Tak Benda, kini dihadapkan pada tantangan etika dan keaslian.
Isu krusial menyoal produk yang diklaim sebagai Batik kembali memanas di Lubuklinggau.
Dari Lubuklinggau, Armada Mandala Simapera. dikenal sebagai Bung Mada dengan tegas menantang standar produk tersebut.
Bung Mada bukan sekadar seniman. Beliau adalah ahli bersertifikat resmi yang diakui negara, terdaftar melalui BNSP dengan nomor registrasi BTK 890000662023
KegeramanBung Mada terlihat jelas. Dalam pengamatannya, produk yang diamati tidak memenuhi kriteria teknis sebagai sebuah karya batik yang otentik.
Kapasitas Mada untuk menilai pakem dan teknis pembuatan motif ini tidak diragukan, didukung penuh oleh pengakuan Lembaga Sertifikasi Profesi.
Bung Mada menyatakan dengan berani: “ini Bukan Batik.” Beliau menekankan bahwa marwah Batik terletak pada proses pembuatannya.
Proses batik sejati HARUS melibatkan penggunaan lilin malam panas, yang ditulis atau ditorehkan ke kain menggunakan alat canting tulis atau canting cap. Bukan sekadar kain bermotif biasa.
Pernyataan ini adalah komitmen tegas dalam menjaga integritas Wastra Indonesia. Standarisasi dan keaslian wajib dijunjung tinggi.
Integritas Wastra Menguji Keaslian Batik.
Wastra Indonesia, Warisan Budaya Tak Benda, kini dihadapkan pada tantangan etika dan keaslian.
Isu krusial menyoal produk yang diklaim sebagai Batik kembali memanas di Lubuklinggau.
Dari Lubuklinggau, Armada Mandala Simapera. dikenal sebagai Bung Mada dengan tegas menantang standar produk tersebut.
Bung Mada bukan sekadar seniman. Beliau adalah ahli bersertifikat resmi yang diakui negara, terdaftar melalui BNSP dengan nomor registrasi BTK 890000662023
KegeramanBung Mada terlihat jelas. Dalam pengamatannya, produk yang diamati tidak memenuhi kriteria teknis sebagai sebuah karya batik yang otentik.
Kapasitas Mada untuk menilai pakem dan teknis pembuatan motif ini tidak diragukan, didukung penuh oleh pengakuan Lembaga Sertifikasi Profesi.
Bung Mada menyatakan dengan berani “ini Bukan Batik.” Beliau menekankan bahwa marwah Batik terletak pada proses pembuatannya.
Proses batik sejati HARUS melibatkan penggunaan lilin malam panas, yang ditulis atau ditorehkan ke kain menggunakan alat canting tulis atau canting cap. Bukan sekadar kain bermotif biasa.
Pernyataan ini adalah komitmen tegas dalam menjaga integritas Wastra Indonesia. Standarisasi dan keaslian wajib dijunjung tinggi.